Tampilkan postingan dengan label Referensi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Referensi. Tampilkan semua postingan

Selasa, 17 Februari 2015

Wejangan Abu Hafs Al-Maqdisi: Bekal Umat Meraih Kemenangan (2/2)


Wejangan Abu Hafs Al-Maqdisi: Bekal Umat Meraih Kemenangan (2/2)Syaikh Al-Mujahid Ismail bin Abd Rahim Hamid, Amir Jaisyul Ummah As-Salafi di Baitul Maqdis.

arrisalah13.blogspot.com -
Ringkasan sebelumnyaKeimanan, mendengar sekaligus taat, dan kemauan kuat adalah tiga dari enam hal bekal meraih kemenangan. Sifat tersebut harus ada dalam diri umat Islam. Kejayaan Islam hanya sebuah diraih dengan usaha yang keras. Oleh karena itu, demi melengkapi tiga hal selanjutnya akan dipaparkan di bawah ini. 
4. Asy-Syuja’ah (Keberanian)
Keberanian sangat berkaitan erat dengan keimanan seseorang. Muslim yang keimanannya telah teruji, akan tampil berani menghadapi berbagai cobaan dalam dakwah. Begitu pula karena keimanan yang kokoh, keberanian untuk membela Islam akan membaja. Segala apa yang mereka punyai akan dipersembahkan demi Izzatul Islam.

Wejangan Abu Hafs Al-Maqdisi: Bekal Umat Meraih Kemenangan (1/2)


Wejangan Abu Hafs Al-Maqdisi: Bekal Umat Meraih Kemenangan (1/2)Sumber gambar: blog.amin

arrisalah13.blogspot.com  - Runtuhnya Khilafah Utsmaniyah menjadi titik tonggak hilangnya supremasi Islam. Umat Islam sedunia memasuki babak baru tanpa adanya kepemimpinan yang sah menurut syariat. Tentu hal ini berimbas kepada kondisi umat Islam yang hidup tanpa pemimpin. Terombang-ambing dan ditindas dimanapun berada. Sebenarnya usaha-usaha telah banyak dilakukan untuk mengembalikan era kejayaan itu, tetapi tentu saja musuh-musuh Islam tidak akan pernah tinggal diam.
Mulai dari perang fisik, perang pemikiran dan teknologi pun dilakoni musuh-musuh Allah. Tak sedikit usaha-usaha mereka untuk meredam cahaya Islam. Ketika perang fisik tak mampu menanggulangi kekuatan Islam, justru hal ini membuat masyarakat Islam tersadar akan rencana jahat orang-orang kafir. Usaha lain pun digalakkan dengan merusak moral pemuda-pemudi Islam. Kita bisa lihat, bagaimana generasi muda Islam masih banyak yang lupa identitas murninya.

Rabu, 22 Oktober 2014

Dr Al-Muhaisini Komentari Baiat Beberapa Pemuda kepada ISIS


arrisalah13.blogspot.com -– Dr Abdullah Al-Muhaisini menjelaskan sekaligus mengomentari fenomena baiat beberapa mujahidin kepada Daulah Islam (IS). Dalam pernyataan yang dilansir media Shada Syam Al-Islami, 22 Oktober 2014, ulama Saudi yang pernah diminta oleh Daulah untuk menengahi sengketa mereka dengan faksi lain di Suriah ini menjelaskan bahwa para pemuda yang berbaiat itu berada dalam pilihan yang sulit. Akhirnya lebih memilih gabung dengan Daulah.

Sabtu, 06 September 2014

Terbongkarnya Jejak CIA Dibalik Sejarah dan Pemberontakan di Indonesia


Terbongkarnya Jejak CIA Dibalik Sejarah dan Pemberontakan di Indonesia


 
arrisalah13.blogspot.com - Diskursus tentang CIA dan peranannya dalam perjalanan sejarah bangsa ini kembali mengemuka ketika buku Tim Werner berjudul “Legacy of Ashes” diterbitkan dalam bahasa Indonesia dan menyinggung tentang direkrutnya Adam Malik menjadi agen CIA.

Senin, 23 Juni 2014

Hamka: Hai Pemimpin ! , Tegakkan Hukum Allah adalah Sebuah Janji Anda Kepada Allah



hamka
arrisalah13.blogspot.com  - 
“Sebagai Muslim, janganlah kita melalaikan hukum Allah. Sebab, di awal surah Al-Maaidah sendiri yang mula-mula diberi peringatan kepada kita ialah supaya menyempurnakan segala ‘uqud (janji). Maka, menjalankan hukum Allah adalah salah satu ‘uqud yang terpenting diantara kita dengan Allah. Selama kita hidup, selama iman masih mengalir di seluruh pipa darah kita, tidaklah boleh sekali-kali kita melepaskan cita-cita agar hukum Allah tegak di dalam alam ini, walaupun di negeri mana kita tinggal. Moga-moga tercapai sekadar apa yang kita dapat capai. Karena Tuhan tidaklah memikulkan beban kepada kita suatu beban yang melebihi dari tenaga kita. Kalau Allah belum jalan, janganlah kita berputus asa. Dan kufur, zalim, fasiklah kita kalau kita pecaya bahwa ada hukum yang lebih baik daripada hukum Allah.
Jika kita yang berjuang menegakkan cita Islam ditanya orang, ‘Adakah kamu, hai umat Islam bercita-cita, berideologi, jika kamu memegang kekuasaan, akan menjalankan hukum syariat Islam dalam negara yang kamu kuasai itu? Janganlah berbohong dan mengolok-olokkan jawaban. Katakan terus terang, bahwa cita-cita kami memang itu. Apa artinya iman kita kalau cita-cita yang digariskan Tuhan dalam Al-Qur’an itu kita pungkiri?
Dan kalau ditanya orang pula, tidaklah demikian dengan kamu hendak memaksakan agar pemeluk agama lain yang digolongkan kecil (minoritas) dipaksa menuruti hukum Islam? Jawablah dengan tegas, “Memang akan kami paksa mereka menuruti hukum Islam. Setengah dari hukum Islam terhadap golongan pemeluk agama yang minoritas itu ialah agar mereka menjalankan hukum Taurat, ahli Injil diwajibkan menjalankan hukum Injil. Kita boleh membuat undang-undang menurut teknik pembikinannya, memakai fasal-fasal dan ayat suci, tapi dasarnya wajiblah hukum Allah dari Kitab-kitab Suci, bukan hukum buatan manusia atau diktator manusia. Katakan itu terus terang, dan jangan takut! Dan insflah bahwa rasa takut orang menerima hukum Islam ialah karena propaganda terus menerus dari kaum penjajah selama beratus tahun. Sehingga, orang-orang yang mengaku beragama Islam pun kemasukan rasa takut itu…” (Hamka, Tafsir Al-Azhar, Juz 6)
sumber : eramuslim

Jumat, 13 Juni 2014

Mufti Irak Sebut ISIS Sebagai Pejuang Pembebas Muslim Irak dari Jajahan Syiah


mufti irak
arrisalah13.blogspot.com - Menteri negara Irak, Rafi’ Rafii, menyebut milisi bersenjata negara Islam Irak dan Syam (ISIS) yang disebut Barat dan pemerintah Syiah Irak sebagai golongan teroris dan pemberontak adalah pasukan pembebas kezholiman yang terjadi pada warga Sunni Irak.

Selasa, 10 Juni 2014

Syaikh Marwan Hadid rahimahullah said:



kurl
arrisalah13.blogspot.com - 
Syaikh Marwan Hadid rahimahullah berkata:
”Setiap muslim hendaknya menginstropeksi diri masing-masing secara mendalam, dan menyadari bahwa setiap dari saudaranya itu bisa saja melakukan kesalahan — itu wajar —, karena inilah kita wajib menasehati dan memberikan nasehat kepadanya dengan kebenaran dan kesabaran, dan saling memaafkan dengan niat memperbaiki dan tidak menyombongkan diri kepada saudaranya.

Jumat, 23 Mei 2014

Syaikh Athiyatullah, Ulama’ dan Pemimpin Tandzim Al-Qaeda Khurasan (2)



Syaikh Athiyatullah, Ulama’ dan Pemimpin Tandzim Al-Qaeda Khurasan (2)
arrisalah13.blogspot.com 
Syaikh Athiyatullah, Ulama’ dan Pemimpin Tandzim Al-Qaeda Khurasan
Dalam pembahasan kedua ini, kita akan lebih memfokuskan untuk membahas sepak terjang dan pengalaman beliau saat berjihad serta keputusan-keputusan beliau yang cukup cemerlang saat memimpin jihad di Khurasan.
Syaikh Athiyatullah rahimahullah adalah seorang pakar dan ahli dalam memanajemen urusan-urusan dan tugas-tugas jihad yang diembankan kepada beliau dalam medan (Afghanistan dan Pakistan) ini. Beliau juga menjadi supervise atas persoalan-persoalan khusus di medan-medan jihad lainnya. Saudara-saudara kita di medan-medan jihad lainnya barangkali mengetahui lebih banyak tentang hal ini.

Syaikh Athiyatullah Dimata Abu Mus’ab Az-Zarqowi dan Abu Bara’ Al-Kuwaity (1)




Syaikh Athiyatullah Dimata Abu Mus’ab Az-Zarqowi dan Abu Bara’ (1)
arrisalah13.blogspot.com 
Syaikh Athiyatullah Dimata Abu Mus’ab Az-Zarqowi dan Abu Bara’ Al-Kuwaity
Dalam tulisan yang sedikit ini, kita akan membahas keluhuran sifat, akhlak dan pengalaman beliau dalam berjihad di jalan Allah subhaanah. Dan kecerdasan beliau saat menjadi amir tandzim Al-Qaeda wilayah khurasan (Afganistan dan Pakistan).
Syaikh Athiyatullah Al-Libi atau syaikh Jamal Ibrahim Asy-Syitiwi semoga Allah merahmatinya adalah seorang laki-laki yang berbeda dengan kebanyakan laki-laki lainnya. Allah Ta’ala telah mengumpulkan pada diri beliau ilmu syar’i, hikmah (kebijaksanaan), kesantunan, leadersif dan manajemen yang bagus, ditambah sifat-sifat istimewa beliau yang lain seperti banyak diam dan berfikir secara mendalam dan lama atas berbagai urusan. Saya belum pernah melihat beliau sehari pun tergesa-gesa dalam urusan apapun.

Ustadz Farid Okbah: Solo Jadi Target Utama Penyebaran Ajaran Syiah dari Iran



Ustadz Farid Okbah: Solo Jadi Target Utama Penyebaran Ajaran Syiah dari IranSejumlah massa umat Islam menolak kedatangan Dubes Iran di IAIN Surakarta

arrisalah13.blogspot.com - Jakarta – Rencana peresmian Iran Corner di IAIN Surakarta pada Rabu, (21/05) menggambarkan suatu fenomena  bahwa IAIN/STAIN/UIN kerap dijadikan sasaran penyebaran pengaruh yang dibawa dari Negeri Persia.
Setidaknya, saat ini Iran Corner telah berdiri di UIN Jakarta, UIN Bandung, UIN Malang, UIN Riau, STAIN Pekalongan dan kampus-kampus berbasis Islam lainnya.

Selasa, 13 Mei 2014

Syaikh Athiyatullah Al-Libi



0gyogcqg2y97
Syaikh Syaikh Jamal bin Ibrahim Al-Misrati Al-Libi; atau dikenal sebagai Syaikh Athiyatullah Al-Libi berkata:
”Kami telah berulangkali menjelaskan bahwa sesungguhnya bangsa-bangsa kita umat Islam yang dikuasai oleh para penguasa tiran yang murtad dan para penguasa sekuler pengkhianat yang menjadi agen musuh dan loyalis Barat, adalah bangsa-bangsa muslim.

Jumat, 02 Mei 2014

Inilah Penegasan Al-Qaidah untuk JN dan ISIS



Al-Qaeda

arrisalah13.blogspot.com  — Pemimpin Al-Qaidah, Syaikh Aiman Azh-Zawahiri mengeluarkan rilis terbaru terkait perselisihan yang terjadi di antara faksi mujahidin di Syam. Rilis selama 24 menit 25 detik itu berisi penjelasan pemaparan diplomasi di kantor pusat Al-Qaidah terkait pendeklarasian Daulah Islamiyah Iraq (ISI) yang berlanjut kepada pengokohan Daulah Islamiyah fil Iraq wa Syam (ISIS).

Selasa, 22 April 2014

Berikut Isi Teks Deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah



Berikut Isi Teks Deklarasi Aliansi Nasional Anti SyiahKH. Abdul Hamid Baidhowi menandatangani Deklarasi Aliansi Anti Syiah Nasional

arrisalah13.blogspot.com -  Bandung – Berikut isi deklarasi Aliansi Nasional Anti Syiah yang dibacakan langsung oleh Ketua Harian Aliansi Nasional Anti Syiah yang ditandatangani oleh Ketua Dewan Majelis Syuro, KH. Abdul Hamid Baidhawi.

Kamis, 03 April 2014

Manajemen Chaos: Sebuah Fase Paling Krusial Dalam Revolusi Islam



kitab1                               







RESENSI BUKU “IDÂRATUT TAWAHUSY”
Penulis: Jamal Syalbi (biodata ringkas di akhir resensi)
arrisalah13.blogspot.com  - Buku Idâratut Tawahusy menjadi penting disebabkan tiga alasan: pertama, ia merupakan ijtihad, seperti umumnya ijtihad lain tentang persoalan agama, yang dilakukan oleh gerakan jihad Islam di tiga dekade terakhir. Kedua, ia merupakan ijtihad yang jelas dan lugas, tidak basa-basi dan tidak mengambil kesimpulan hukum yang “moderat”, tetapi menyatakan pendapat secara tegas, menampilkan fakta-fakta mutakhir, dan menepikan semua sikap yang bisa mengubah sudut pandangnya. Alasan ketiga yang menyebabkan betapa pentingnya buku ini adalah, kombinasi yang disajikan oleh Penulis antara konsep-konsep keagamaan dengan “ide-ide revolusioner”, jika bisa disebut demikian, karena Penulis telah menyuguhkan konsep-konsep praktis dalam ranah aktivitas politik dan strategi militer yang bisa diadopsi oleh kekuatan-kekuatan Islam fundamentalis maupun oleh kekuatan-kekuatan lain yang non Islam.

Jumat, 28 Maret 2014

Senior Al-Qiadah Afghan Minta al-Baghdadi Deklarasikan Khilafah


Senior Al-Qiadah Afghan Minta al-Baghdadi Deklarasikan Khilafah

arrisalah13.blogspot.com - AFGHANISTAN (voa-islam.com) - Dukungan dari berbagai pihak terus mengalir untuk Daulah Islam Irak dan Syam (ISIS). Meski penyesatan opini media tentang Daulah Islam Irak dan Syam  terus gencar, namun anehnya dukungan pun terus datang. Mulai dari 20 ulama jihad, ulama Tunisia, mujahidin Pakistan, Afghanistan, Palestina yang diwakili oleh mujahidin Majlis Syuro Mujahidin, Syaikh Ma’mun Hatim yang merupakan komandan Al-Qaidah Yaman.

Senin, 10 Maret 2014

Muslim Krimea, di Antara Taring Rusia dan Cengkraman Amerika



Muslim Krimea, di Antara Taring Rusia dan Cengkraman Amerikapeta krimea

arrisalah13.blogspot.com - Teriakan takbir membahana di Simferopol, Ibukota Krimea, 26 Februari 2014 lalu. Sepuluh ribu demostran dari kelompok Muslim Tatar berunjuk rasa di depan gedung dewan perwakilan rakyat Negara Bagian Krimea.1) Mereka menyuarakan penolakan terhadap pemisahan Krimea dari Ukraina, dan sekaligus menolak penggabungan Krimea dengan Rusia. Bersamaan dengan itu, demonstrasi tandingan dari kubu pro-Rusia juga digelar di sekitar gedung dewan perwakilan rakyat. Dua orang demonstran dari etnis Rusia dilaporkan tewas karena berdesak-desakan.2)

Rabu, 26 Februari 2014

Terjemahan Tanggapan Syaikh Abu Mu'adz Atas Tuduhan al-Jaulani



Terjemahan Tanggapan Syaikh Abu Mu'adz Atas Tuduhan al-Jaulani


بسم الله الرحمن الرحيم

Al-Hajru Ad-Dani ‘ala Kalamil ‘Ashi al-Jaulani
Sentilan atas Perkataan Si Pembangkang al-Jaulani
Oleh Syaikh Abu Mu'adz Asy-Syar'iy
Komentar singkat dan bantahan sederhana atas pernyataan si pembangkang al-Jaulani yang dipenuhi dengan kedustaan dan perkataan mengada-ngada terhadap manhaj Daulah, komandan dan tentaranya. Wallahul Musta’an dan kepada-Nya lah kami bertawakkal dan tiada dan upaya kecuali atas izin-Nya.

Pesan audio belasungkawa Amir Jabhah Nushrah atas gugurnya Syaikh Abu Khalid As-Suri rahimahullah




Pesan audio belasungkawa Amir Jabhah Nushrah atas gugurnya Syaikh Abu Khalid As-Suri rahimahullah
Ilustrasi
arrisalah13.blogspot.com – Yayasan Media Al-Manarah Al-Baidha’, sayap media Jabhah Nushrah, pada Senin (24/2/2014) merilis pesan audio Amir Jabhah Nushrah, Syaikh Abu Muhammad Al-Jaulani hafizhahullah. Pesan audio itu berdurasi 11 menit 10 detik.

Senin, 03 Februari 2014

Surat Abu Muhammad Al-Maqdisi untuk Seluruh Kelompok Jihad Suriah



Surat Abu Muhammad Al-Maqdisi untuk Seluruh Kelompok Jihad Suriah


arrisalah13.blogspot.com -
Ya Allah, Sesungguhnya Aku Berlepas diri kepada-Mu dari Apa Yang Mereka Perbuat..
Dari Abu Muhammad Al-Maqdisi
Kepada saudara-saudaranya mujahidin di Suriah khususnya, dan kaum muslimin secara umum.
Assalamu alaikum wa rahmatullahi.
Sesungguhnya saya memuji Allah, Dzat yang tidak ada sesembahan selain-Nya. Saya menghaturkan shalawat dan salam kepada penutup para nabi dan rasul, yang diutus Allah sebagai rahmat untuk semesta alam. Allam Ta'ala berfirman:
يا أيها الذين آمنوا اتقوا الله حق تقاته ولا تموتن إلا وأنتم مسلمون * واعتصموا بحبل الله جميعا ولا تفرقوا واذكروا نعمة الله عليكم إذ كنتم أعداء فألف بين قلوبكم فأصبحتم بنعمته إخوانا وكنتم على شفا حفرة من النار فأنقذكم منها كذلك يبين الله لكم آياته لعلكم تهتدون
"Wahai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya, dan benar-benar janganlah kalian mati secuali dalam keadaan muslim * Dan berpegang teguhlah kalian semua pada tali Allah, dan janganlah bercerai berai, dan ingatlah nikmat Allah kepada kalian saat kalian dulu bermusuhan lantas Dia (Allah) mempersatukan hati kalian, sehingga dengan karunia-Nya kalian menjadi bersaudara, dan kalian dulu berada di tepi jurang neraka, lalu Dia (Allah) menyelamatkan kalian darinya. Demikianlah Allah menerangkan kepada kalian ayat-ayat-Nya agar kalian mendapat petunjuk."
Sungguh kami telah mendengar berita yang membuat kami sakit. Kami mendengar bahwa sebagian kelompok-kelompok mujahidin di Suriah bertempur satu sama lain. Kompas mereka telah terbalik. Senapan-senapan dan peluru-peluru mereka tidak lagi mengarah kepada kaum Nushairiyyah pendosa, tapi kini berbalik menjadi ke arah dada-dada saudara-saudara mereka sesama Islam. Mereka melakukan hal itu berdasarkan tuduhan-tuduhan yang sama sekali tidak bisa dijadikan dasar untuk membolehkan darah yang haram dan menjustifikasi berubahnya sasaran peperangan tersebut.
Ketahuilah wahai saudara-saudara kami, bahwa mujahidin di medan Syam pada hari ini adalah pemeluk Islam pilihan. Jika keharaman darah umat Islam secara umum, bahkan yang paling rendah tingkatannya di antara mereka lebih besar daripada keharaman Ka'bah, maka bagaimana dengan darah-darah ahli Tauhid pilihan dan mujahidin pilihan…
Saudara-saudara kami yang terpercaya menyampaikan berita-berita yang membuat kami sakit. Kami sangat heran dengan beberapa orang yang membolehkan dirinya membunuh saudara-saudara mereka sesama mujahidin atas dasar persangkaan, alasan-alasan yang tidak bisa dibenarkan dan sebab-sebab yang tidak sah untuk menjadi dasar bolehnya membunuh orang kafir musta`min, apalagi menumpahkan darah umat Islam pilihan.
Mereka merasa boleh membunuh saudaranya sendiri karena tuduhan bahwa ia punya hubungan dengan beberapa kelompok. Sikap ini tidak bisa dibenarkan. Bahkan, seandainya kelompok-kelompok itu digolongkan sebagai muafiqin, sikap mereka tersebut tetap tidak benar. Rasul kita sendiri pernah berhubungan dengan orang-orang munafiqin, berlaku lembut kepada mereka dan memaafkan mereka. Beliau juga memaafkan orang-orang musyrik, para penyembah berhala, orang-orang Yahudi dan selain mereka, sebagaimana hal itu tercatat dalam sirahnya. Maka, dasar penghalal darah macam apa hal ini?!
Wahai para pemilik akal?! Mereka menghalalkan darah orang muslim dengan alasan 'setiap yang berperang dari pergerakan-pergerakan yang berangkat dari tempat tertentu namun tidak bersama aku berarti musuhku', atau dengan alasan bahwa 'ia dulu bersama kami lalu merusak baiat kami', atau 'dia berpindah ke kelompok mujahidin yang lain', atau dengan alasan bahwa 'ia tidak mendengar dan taat kepada kami dan tidak berbaiat kepada jama'ah kami yang bagi kami seperti khilafah dan negara yang punya kekuasaan'!! Hal ini sebagaimana yang disuarakan dengan sembarangan oleh sebagian orang-orang yang nampak seperti pelajar. Mereka yang membesar-mbesarkan perkara-perkara dan meletakkannya di selain ukurannya yang sebenarnya. Ini adalah bentuk ghuluw (berlebih-lebihan) yang dilarang dan diwanti-wanti Rasul kita –Saw- . Ghuluw adalah melampau batas-batas Allah yang Ia tentukan untuk kita, dan berlebihan dalam mengukur hal-hal sehingga mengeluarkannya dari sifat aslinya. Beliau bersabda saat mewanti-wanti dari sikap berlebihan dalam soal (ukuran) batu-batu kerikil untuk melempar (jumroh) dalam ibadah haji:
إياكم والغلو في الدين، فإنما هلك من كان قبلكم بالغلو في الدين
"Hindarilah oleh kalian sikap berlebihan dalam soal agama ini. Karena sesungguhnya orang sebelum kalian binasa karena sikap berlebihan dalam soal agama."
Bahkan, kami mendengar sebagian mereka membolehkan para pengikutnya untuk meledakkan diri-diri mereka di tempat-tempat dan markas-markas saudara-saudara mereka sesama mujahidin. Saya tidak tahu di mana perginya akal-akal mereka, akal-akal para syeikh dan mufti mereka. Sesungguhnya para ulama pilihan zaman dulu dan sekarang yang berfatwa bolehnya dilakukan operasi-operasi semacam ini dengan tujuan membunuh musuh-musuh Allah sebanyak-banyaknya, mereka membolehkan hal itu dengan berat hati dan mengikatnya dengan syarat-syarat berat. Mereka membolehkannya untuk mencegah mafsadah-mafsadah yang hakiki, darurat dan pasti, di mana mafsadah-mafsadah itu tidak bisa dicegah kecuali dengan operasi-operasi semacam ini.
Karena itu, hanya orang yang tidak punya akal, ilmu, pemahaman, penglihatan dan rasa terbakar dengan tumpahnya darah-darah kaum muslimin, yang berani berfatwa kepada para pengikutnya untuk mengarahkan kepada sesama muslim operasi-operasi yang pada asalnya diharamkan ini. Padahal bolehnya operasi-operasi itu menurut sebagian ulama hanyalah pada kondisi sempit dengan syarat-syarat yang berat.
Siapakah yang berani berfatwa bolehnya mengarahkan operasi-operasi itu kepada kaum muslimin, bahkan orang-orang pilihan mereka!! Bagaimana mungkin fatwa-fatwa semacam ini ditaati?! Bukankah para eksekutor memiliki akal yang mencegahnya untuk melakukan hal yang membahayakan darah-darah kaum muslimin, sementara mereka tengah datang menghadap Allah Ta'ala?!
Sungguh kami mendengar dan membaca pidato sebagian mereka yang isinya sikap bangga dengan 'minum darah' dan hidup di antara ceceran anggota tubuh. Pidato semacam ini hanya bagus dan dibenarkan jika terhadap musuh-musuh agama, bukan terhadap kaum muslimin. Alangkah disayangkan orang yang tidak bisa mengetahui hakekat jihad namun ia berani memberi pengarahan dan fatwa, bagaimana mungkin ia tidak tahu bahwa jihad adalah sarana untuk tujuan yang agung. Jihad ibarat pembantu yang berkhidmat kepada tuan yang mulia, yakni Tauhid, meninggikannya dan memasukkan manusia ke dalamnya. Jika pembantu dan sarana ini ternyata menjadi sebab yang membuat tujuan buruk citranya, merusaknya dan menghalangi manusia darinya, maka Allah tidak memberkati sarana menyimpang yang membuat tujuan agung gagal tercapai. Allah juga tidak memberkati pembantu yang bersikap kurang ajar kepada tuannya, memusuhinya dan memburukkan citranya…
Sungguh, demi Allah, saya juga menjadi sakit, jika beberapa situs-situs dakwah kami yang penuh berkah ikut-ikutan dalam menyebarkan fatwa-fatwa ganjil dan pendapat-pendapat terbalik semacam ini. Saya tidak tahu apakah hal ini terjadi karena kelalaian, atau lupa untuk tujuan apakah situs-situs itu didirikan. Situs-situs ini dibuat tidak lain untuk menjadi minbar untuk seluruh mujahidin, di mana situs-situs tersebut menyatukan dan tidak memecah belah, netral dan tidak memihak. Saya ingatkan mereka agar mereka tetap berkomitmen untuk menjadi kunci-kunci kebaikan, persahabatan dan persatuan di antara mujahidin. Janganlah mereka menyebarkan materi apa saja yang yang memihak kepada sebuah kelompok dalam fitnah ini yang berakibat dihalalkannya darah-darah kaum muslimin. Hendaklah kita mengajak sebagaimana yang diajarkan Pemelihara kita, berupa do'a para tabi'ien yang mengikuti (shahabat) dengan baik:
ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلوبنا غلا للذين آمنوا ربنا إنك رؤوف رحيم
"Wahai Pemelihara kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Kau tanamkan pada hati kami kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Wahai Pemelihara kami, sesungguhnya Kau adalah Dzat Yang Maha Penyantun, Maha Penyayang."
Kami tidak malu atau merasa berdosa untuk mengumumkan bahwa kami berlepas diri dari perbuatan orang-orang yang berani menumpahkan darah-darah kaum muslimin, siapa pun dia. Sungguh sikap kami ini sudah dilakukan orang yang lebih baik dari kami terhadap orang yang lebih baik dari mereka, saat beliau mengatakan kepada Khalid, si pedang Allah, setelah membunuh beberapa orang yang berlindung diri dengan cara bersujud dan mengatakan 'shoba`na..', mereka tidak bisa mengatakan 'aslamna' (kami masuk Islam). Beliau berkata dua kali: "Ya Allah sesungguhnya aku berlepas diri kepada-Mu dari apa yang diperbuat Khalid". (Hadits ini ada di dalam kitab Shahihul Bukhari).
Pada hadits tersebut terdapat pelajaran untuk para taqlider dari kalangan pengikut yang melakukan hal itu karena patuh kepada para pemimpin mereka dalam kemaksiatan kepada Allah. Sesungguhnya Kholid menyuruh setiap tentaranya untuk membunuh tawanannya, lantas Abdullah bin Umar enggan mematuhinya dalam hal itu. Ia mengatakan: "Demi Allah, aku tidak membunuh tawananku dan tak seorang pun sahabat-sahabatku yang membunuh tawanannya". Mereka tidak patuh saat disuruh melakukan kesalahan, padahal pemimpin mereka, si pedang Allah, adalah orang yang lebih baik dari seluruh pemimpin mujahidin di zaman kita…
Hendaklah para mujahid tahu bahwa mengangkat panji Tauhid dan menunjuki orang-orang kepada Tauhid dengan mengeluarkan mereka dari penyembahan para thaghut kepada penyembahan Allah saja, adalah tujuan mereka keluar berperang dan berkhidmat. Jika ternyata jihad mereka menjadi sarana yang menghalangi tujuan mulia ini, membuat lari orang darinya, membuat citranya jelek, maka hendaklah mereka meninjau kembali sarana ini dan membetulkan arahnya. Hendaklah mereka ingat bahwa Nabi Saw. saat memberikan bendera kepada Ali pada perang Khaibar, beliau berwasiat kepadanya dengan sabdanya: "Demi Allah, sungguh jika Allah memberi petunjuk seseorang melalui kamu, maka itu lebih baik dari pada onta-onta merah".
Pada saat fathu Makkah, saat sebuah peleton Anshor melewati Abu Sufyan yang saat itu sudah masuk Islam, Sa'd bin Ubadah yang waktu itu menjadi komandan mereka dan membawa bendera berkata kepadanya: "Hai Abu Sufyan, hari ini adalah hari malhamah (peperangan besar), hari ini ka'bah akan dihalalkan". Saat Abu Sufyan mengabari Nabi Saw. ucapan Sa'd tersebut, beliau bersabda: "Sa'd salah, tapi ini adalah hari di mana Allah mengagungkan ka'bah, dan hari ka'bah akan diberi penutup".
Kemudian Nabi Saw. mengambil bendera dari Sa'd. Beliau menyerahkan bendera itu kepada Ali dan menyuruhnya untuk diserahkan kepada Qais bin Sa'd bin Ubadah karena khawatir berubahnya perasaan Sa'd. Namun Sa'd khawatir anaknya melakukan sesuatu yang diingkari Nabi Saw. Ia lantas meminta Nabi Saw. untuk mengambil bendera itu darinya. Nabi lalu memberikannya kepada Zubair…
Maka perhatikanlah ucapan Nabi Saw. kepada orang-orang yang dulu mengganggu, mengusir dan menyiksanya, lalu beliau memaafkannya dan melepas mereka agar mereka masuk ke agama Allah dengan berbondong-bondong. Inilah tujuan itu; membuka hati-hati manusia kepada kebenaran dan Tauhid sebelum menaklukkan negeri-negeri. Perhatikan pula kepada Sa'd dan betapa inginnya ia mendapatkan keridhaan Rasulullah Saw, kepatuhan, sambutan dan taubatnya. Semoga Allah meridhainya…
Hendaklah para aktifis jihad seluruhnya mengingat-ingat pelajaran ini. Hendaklah mereka mengambil pelajaran-pelajaran darinya. Hindarilah jangan sampai sarana melampau batas terhadap tujuan, atau menghalangi tujuan itu atau memburukkan citranya. Sebab, hal itu terdapat pemahaman fiqih yang terbalik..
Namun, saya tidak mengurangi hak mujahidin atau menyembunyikan kebaikan-kebaikan mereka yang saya ketahui. Saya mendapatkan berita-berita baik tentang beberapa kelompok dari mereka, yang membuat kita gembira. Mereka berangkat untuk menjalankan operasi-operasi dari satu ruang operasi yang dipakai bersama, padahal mereka dari kelompok-kelompok yang berbeda. Mereka mendapatkan penerimaan di antara rakyat secara umum. Rakyat mencintai mereka dan berkumpul kepada mereka untuk mempelajari agama dan membantu mereka. Dakwah Tauhid telah tersebar di antara rakyat karena kecintaan mereka kepada akhlak mujahidin dan berkat kasih sayang mujahidin kepada mereka. Demi Allah, sesungguhnya ini kemenangan nyata, bukan apa yang dibanggakan sebagian orang berupa kecintaannya 'minum darah' dan hidup di antara ceceran anggota tubuh. Kita diutus hanyalah untuk mempermudah bukan untuk mempersulit. Seandainya pidato tentang 'minum darah' dan hidup di antara ceceran anggota tubuh tersebut dilakukan di hadapan musuh-musuh millah, kami tidak mengingkarinya. Namun, pidato itu diarahkan kepada dada-dada mujahidin dan kaum muslimin. Karena itu, kami mengingkarinya dan kami tidak peduli, baik orang senang atau marah.
Pidato tersebut dikhawatirkan menyebabkan para pelakunya terjatuh pada kondisi orang-orang yang para ulama salaf menta'wil firman Allah berikut ini berkenaan dengan mereka:
قل هل ننبئكم بالأخسرين أعمالا * الذين ضل سعيهم في الحياة الدنيا وهم يحسبون أنهم يحسنون صنعا
"Katakanlah, maukah kami beritahu kalian tentang orang-orang yang paling rugi perbuatan-perbuata mereka? * (yaitu) orang-orang yang sesat perbuatan mereka di kehidupan dunia namun mereka menyangka bahwa mereka berlaku baik."
Sesungguhnya manusia yang paling rugi adalah orang yang menyangka bahwa ia di atas petunjuk yang melakukan kebaikan dalam dakwah, jihad atau ibadahnya, namun ternyata di Hari Kiamat ia termasuk orang-orang yang tersesat. Yang lebih rugi dari orang itu adalah orang yang Allah firmankan:
لا جرم أنهم في الآخرة هم الأخسرون
Pantaslah bahwa mereka di Akherat adalah orang-orang yang paling rugi.
Allah mengkhususkan kesesatan mereka karena sebagaimana disebut pada ayat-ayat sebelumnya, mereka tidak hanya tersesat tapi juga melakukan penyesatan terhadap manusia dan menghalangi dari jalan Allah, membelokkan dan membengkokkan jalan kebenaran, sama saja dengan ucapan atau perbuatan-perbuatan mereka.
Hendaklah seorang mujahid yang keluar mengharapkan keuntungan yang ada di sisi Allah, menghindarkan dirinya dari posisi orang-orang rugi atau paling rugi yang sesat jalannya, menghalangi orang dari tujuan disyari'atkannya jihad serta mengharapkan tujuan itu menyimpang. Hendaklah ia berkemauan keras untuk menjadi bagian dari orang-orang yang memberi petunjuk dan mereka di atas petunjuk itu. Orang-orang yang selalu memandang tujuan agung yang karenanya jihad disyari'atkan. Tujuan yang berupa Tauhid dan mengeluarkan hamba dari penyembahan sesama hamba kepada pengabdiankepada Allah saja.
Waspadalah dari sikap yang membuat tujuan ini menjadi buruk citranya. Hindarilah sikap menghalangi orang dari tujuan itu serta membuat musuh senang karena peperangan antar para pejuangnya dan sikap menghalalkan darah kaum muslimin, atau dengan menyelisihi wasiat-wasiat dan akhlak-akhlak Nabi Saw. Hendaklah mereka merangkul orang-orang awam dari kaum muslimin, berkasih sayang kepada orang-orang yang bermaksiat di antara mereka, lebih-lebih lagi orang-orang pilihan dan para mujahid mereka. Sebab, jika mereka tidak sukses dalam soal ini, maka bagaimana mungkin mereka akan sukses memimpin manusia saat berkuasa nanti?!
Hendaklah mereka tahu, bahwa persengkongkolan terhadap jihad mereka besar. Para thaghut Arab dan Ajam bersatu dalam memusuhi mereka. Hal ini seharusnya membuat mereka menanggalkan ambisi pribadi dan mencairkan seluruh sebab perselisihan dan perpecahan. Hendaklah mereka mengingat bahwa Nabi Saw. Bersabda:
من شاقّ شقَّ الله عليه يوم القيامة
"Barangsiapa yang membuat (orang) bercera berai, Allah akan membelahnya pada Hari Kiamat."
Aku meminta Allah Ta'ala untuk menyatukan barisan-barisan mujahidin, mengumpulkan kalimat mereka di atas kalimat Tauhid, melembutkan di antara hati-hati mereka, dan mengumpulkan mereka di atas hati orang yang paling bertaqwa di antara mereka, serta memberikan kekuasaan kepada panji Tauhid dan menumbangkan panji-panji syirik dan penyembahan berhala.
Semoga shalawat Allah tercurahkan kepada Nabi kita, Muhammad, keluarga dan para shahabatnya semuanya.
Abu Muhammad Al-Maqdisi (Rabi'ul Awwal 1435 H)

Sumber: www.tawhed.ws / voaisalam

Penjelasan Amir Ahrar Asy-Syam tentang situasi terbaru di Suriah dan sikap terhadap inisiatif perdamaian




Penjelasan Amir Ahrar Asy-Syam tentang situasi terbaru di Suriah dan sikap terhadap inisiatif perdamaian
Syaikh Abu Abdullah Al-Hamawi Hasaan Abud hafizhahullah
arrisalah13.blogspot.com - Harakah Ahrar Asy-Syam Al-Islamiyah adalah salah satu jama’ah jihad Islam yang dibentuk pada awal revolusi bersenjata melawan rezim Nushairiyah Suriah pada Maret 2011. Selama dua setengah tahun lebih jihad di Suriah, kelompok jihad yang mencita-citakan penegakan Daulah Islam dan penerapan syariat Allah ini telah mempersembahkan lebih dari 1000 syuhada’.