Selasa, 04 Februari 2014

Senator AS: John Kerry Akui Kebijakan Obama di Suriah Gagal


By on 23.15


Senator AS: John Kerry Akui Kebijakan Obama di Suriah GagalJohn Kerry, Menlu AS

arrisalah13.blogspot.com  – Dalam pertemuan tertutup, dua senator AS mengatakan bahwa Menteri Luar Negeri AS John Kerry telah mengakui kepada mereka bahwa ia tidak lagi percaya terhadap pendekatan pemerintah untuk krisis di Suriah. Kerry menyatakan bahwa pembicaraan perdamaian telah gagal, dan sekarang saatnya untuk mempersenjatai para pejuang oposisi sekuler – sebelum mujahidin lokal Al-Qaidah mencoba untuk menyerang Amerika Serikat.

John Kerry yang menjabat sebagai Menteri Luar Negeri sekaligus Sekretaris Negara ini telah kehilangan kepercayaan pada kebijakan pemerintahannya sendiri di Suriah. Ia mengatakan hal itu kepada 15 anggota Kongres AS dalam pertemuan rahasia, menurut dua senator AS yang berada di dalam ruangan itu.
Kerry juga mengatakan bahwa ia percaya rezim Bashar Assad telah gagal menepati janjinya untuk menyerahkan senjata kimia sesuai dengan jadwal, sementara Rusia tidak membantu sedikit pun dalam memecahkan problem di Suriah dan pembicaraan damai Jenewa II yang telah ia rancang tidak menemukan hasil.
Namun menurut para senator, Kerry sekarang ingin mempersenjatai pejuang oposisi Suriah, untuk membendung militan lokal afiliasi Al-Qaidah yang memiliki kemungkinan akan membahayakan kepentingan AS. Juru bicara Kerry membantah bahwa ia mengangkat isu akan memasok senjata, namun ia tidak membantah secara keseluruhan isi percakapan itu.
“(Kerry) mengakui bahwa (rencana pelucutan) senjata kimia berjalan lambat, sementara Rusia terus memasok senjata. Sekarang, kita berada di titik di mana kita akan harus mengubah strategi,” kata Senator Lindsey Graham, yang hadir dalam pertemuan Kerry dengan anggota parlemen di sela-sela Konferensi Keamanan Munich, seperti dilaporkan The Daily Beast pada Ahad, 2 Februari 2014.
“Dia secara terbuka berbicara tentang dukungan untuk mempersenjatai para pemberontak. Dia berbicara terus terang tentang rencana pembentukan koalisi melawan Al-Qaidah, karena itu merupakan ancaman langsung,” tambahnya.
Pernyataan pribadi Kerry merupakan pesan publik yang mencolok yang dirilis oleh dirinya dan pejabat tinggi pemerintahan Obama, sebab hal ini berulang kali telah dinyatakan di depan umum.
AS akan lebih agresif di Suriah
Tak lama setelah pertemuan berakhir, Senator Lindsey Graham dan John McCain menjelaskan hasil pertemuan itu kepada wartawan The Daily Beast, The Washington Post dan Bloomberg View. Di antaranya ialah hasil laporan terbaru yang dirilis intelijen tentang meningkatnya keberadaan Al-Qaidah di Suriah, serta bukti baru yang mengejutkan dari kekejaman HAM rezim Suriah. Para senator mengatakan bahwa mereka setuju dengan Kerry, telah tiba saatnya bagi Amerika Serikat untuk mengubah secara drastis pendekatannya terhadap situasi politik di Suriah.
“Kerry mengakui bahwa saat ini, kita berada pada titik di mana kita harus mengubah strategi,” pungkas mereka.
Kerry tiba di Munich, delapan hari setelah pembicaraan antara rezim Assad dengan koalisi oposisi Suriah. Perundingan yang diakui sendiri oleh Utusan PBB Lakhdar Brahimi sebagai “tidak ada kemajuan dalam mengakhiri konflik”. Kerry meminta masukan dari para delegasi Kongres tentang kebijakan AS terhadap Suriah di masa mendatang.
Kerry menegaskan kesaksian terbaru Direktur Intelijen Nasional James Clapper, yang mengatakan kepada Kongres pekan lalu bahwa afiliasi Al-Qaidah di Suriah “memiliki aspirasi untuk menyerang tanah air”.
“Kerry menegaskan hal itu,” kata Graham, “Hal pertama yang dikatakan Kerry kepada anggota parlemen bahwa ancaman Al-Qaidah adalah nyata,” tambahnya.
Sementara itu, Senator John McCain mengatakan kepada Kerry bahwa ia mendukung agar Menlu AS itu mendorong agar pemerintah mengubah kebijakannya, termasuk meningkatkan aliran senjata AS kepada para pejuang sekuler. CIA telah memberikan senjata dalam jumlah kecil kepada beberapa kelompok oposisi, tetapi Kerry harus melobi pihak internal AS untuk meningkatkan eskalasi upaya tersebut.
“Tidak mengherankan jika John [Kerry] menginginkan tindakan yang lebih kuat,” kata McCain. “Saya berkata kepada John saat keluar ruangan, Jangan setengah-setengah! Aku katakan kau [Kerry] benar-benar harus melakukan sesuatu untuk mengubah momentum ini,” ujar McCain.
Al-Qaidah, Target AS di Suriah
McCain dan Graham telah sepakat dengan penilaian John Kerry, mereka mengatakan bahwa AS harus mengambil langkah-langkah untuk mengantisipasi kehadiran Al-Qaidah yang berkembang di Suriah. James Clapper menuding saat ini jaringan pejuang Al-Qaidah berjumlah lebih dari 26.000 di tanah Suriah
” Nah, akhirnya Anda harus menghadapi mereka (Al-Qaidah, red),” kata Graham. “Jadi bagi saya, itu adalah pilihan: apakah kita akan memukul mereka setelah mereka memukul kami, atau kita akan pukul mereka sebelum mereka memukul kami,” ungkapnya. Ini adalah sikap sejati yang telah lama diyakini oleh McCain dan Graham. Kedua senator ini adalah tokoh yang telah lama mendukung intervensi militer AS di Suriah. Mereka juga pejabat tinggi yang menjadi pendukung invasi pasukan Amerika ke Irak dan Afghanistan.
Namun, juru bicara Kementerian Luar Negeri AS, Jen Psaki membantah klaim para senator itu dengan menyatakan bahwa pernyataan mereka mengaburkan pernyataan resmi John Kerry. “Ini adalah contoh kasus dimana para anggota (senat, red) memproyeksikan apa yang mereka ingin dengar dan tidak menyatakan fakta-fakta yang akurat tentang apa yang dibahas,” tambah Psaki.
Menurut Psaki, bukan rahasia lagi bahwa beberapa anggota Kongres mendukung pendekatan agresif ini, tetapi selama pertemuan itu, Menlu AS belum berbicara tentang peningkatan bantuan senjata mematikan bagi kelompok oposisi di Suriah.
Para anggota parlemen juga mengatakan bahwa bukti baru yang dirilis menunjukkan penyiksaan dan bencana kelaparan sebanyak 11.000 warga sipil yang dilakukan oleh pemerintah Suriah mungkin cukup untuk membujuk Gedung Putih agar mengubah arah kebijakannya di Suriah, seperti yang diinginkan Kerry dalam pernyataannya.
“Mungkin dua fakta yang mengganggu tentang hasil perang di Suriah bisa membantu mereka berpikir untuk mengubah kebijakan mereka. Presiden perlu diyakinkan,” kata McCain. 

Ditulis oleh: Josh Rogin, Kontributor senior untuk bidang politik dan keamanan di laman The Daily Beast
Dialihbahasakan oleh: Fajar Shadiq
sumber : kiblat.net

0 komentar:

Posting Komentar