Rabu, 28 Januari 2015

Bos BBC Arab Tolak Sebut Penyerang Charlie Hebdo Teroris


By on 20.28

Bos BBC Arab Tolak Sebut Penyerang Charlie Hebdo TerorisTarik Kafala, pemimpin BBC Arab

arrisalah13.blogspot.com -  London – Kepala kantor berita BBC berbahasa Arab menolak menyebut pelaku serangan Charlie Hebdo dengan sebutan  teroris. Ia berlasan, kata “teroris” terlalu politis untuk menggambarkan pelaku penyerangan majalah yang telah berulangkali melecehkan umat Islam itu.
Tarik Kafala adalah kepala kantor berita BBC Arab.  Ia memegang kendali seluruh laporan kantor berita asal Inggris itu yang berbahasa Arab.

Kepada kantor berita The Independent beberapa waktu lalu, Kafala menjelaskan alasannya terkait sikap media yang dipegangnya itu. Ia menegaskan bahwa kata “teroris” merupakan istilah yang mengandung politis.
“Kami berusaha menghindari menggambarkan seseorang sebagai teroris, atau tindakannya seperti teroris. (Untuk itu –red), Apa yang kami coba lakukan (dalam laporan penyerangan Charlie Hebdo –red) hanya menyebut (pelaku) dengan ‘dua penyerang yang menewaskan 12 orang di kantor majalah satir’.  Itu sudah cukup! kita mengetahui apa maknanya dan apa tindakan itu,” kata Kafala kepada kantor berita The Independent, Senin lalu (26/01).
Kafala menjelaskan, terorisme adalah sebuah kata yang sarat makna. PBB telah berjuang lebih dari satu dekade untuk mendefinisikan kata itu, dan mereka tidak bisa melakukannya.
“(Dalam maslah Charlihe Hebdo –red) Ini juga sangat sulit! Kita tahu apa itu kekerasan politik, kita tahu apa itu pembunuhan, pemboman dan penembakan, dan kita memberikan gambaran tentang semua itu. Itu jauh lebih mengungkapkan, yang kami yakini, daripada menggunakan kata seperti ‘teroris’ yang akan terlihat tendensius,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa kata ‘teroris’ sendiri bisa menjadi penghalang bagi pemahaman pemirsa. Menurutnya, media yang dipimpinnya itu memiliki konsekuensi penuh kepada pemirsanya untuk menyampaikan tindakan itu, dengan menjelaskan apa yang terjadi.
“Media harus menggunakan kata-kata, yang secara khusus menggambarkan pelaku seperti ‘pelaku pemboman’ ‘penyerang’, ‘pria bersenjata,’ ‘penculik,’ ‘pemberontak’, dan ‘militan’,” tambah Kafalah.
Wartawan senior itu melanjutkan penjelasannya, kami tidak harus mengadopsi bahasa orang lain untuk kami gunakan sendiri. Tanggung jawab kami adalah tetap objektif dan melaporkan dengan cara yang memungkinkan pemirsa membuat penilaian mereka sendiri tentang siapa, apa dan kepada siapa yang melakukan.
Pernyataan ini pun membuat Kafala menerima banyak kritik di media sosial. Pendapatnya itu dianggap tidak sesuai dengan standar editorial BBC, yang berlaku di seluruh cabang lembaga berita tersebut.
Perlu diketahui, BBC Arab merupakan bagian terbesar kedua setelah dari media yang berpusat di Inggris, setelah bagian bahasa Inggris. Menurut angka resmi, cabang ini memiliki penonton mingguan sekitar 36 juta orang.
Sumber : Kiblat.net/ rtnews

0 komentar:

Posting Komentar